Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna flora sebagai bentuk metafora di dalam teks Wanita Utama. Teks Wanita Utama merupakan manuskrip beraksara Jawa yang terhimpun dalam bundel naskah Kandha Gedhog Saha Kempalan Warni-Warni. Teks ini merupakan koleksi perpustakaan Pura Pakualaman dengan nomor koleksi Ll. 12/0114/PP/73. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kajian naskah yang diadaptasi dari metode penelitian filologi modern terbatas. Langkah-langkah penelitian kajian naskah yang dilakukan adalah (1) deskripsi naskah, (2) transliterasi teks dari aksara Jawa ke aksara Latin, (3) terjemahan teks dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, dan (4) analisis isi teks dengan melakukan pembacaan heuristik dan hermeneutik untuk mengungkap makna flora yang terdapat dalam teks Wanita Utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Wanita Utama menggunakan beberapa nama bunga, bagian dari bunga, dan nama tumbuh-tumbuhan sebagai bentuk metafora untuk menggambarkan serta memuji sosok wanita. Nama tumbuh-tumbuhan yang dipakai sebagai metafora adalah: (1) sebagai tipologi wanita, yaitu kembang Anggrek Wulan, kembang Nagasari, kembang Sulastri, Murtiningkang sari, Si Kebon, Dewadaru, dan Tembako (2) sebagai bagian dari tubuh wanita, yaitu pradapa, dan kandhaone, (3) sebagai sebutan untuk wanita, yaitu puspita dan kusuma, serta (4) sebagai wangsalan, yaitu wilada dan elo.
Copyrights © 2024