Budaya akan berpengaruh terhadap cara individu berkomunikasi dan berinteraksi. Mahasiswa asing yang datang dengan latar belakang budaya yang berbeda dengan Indonesia bertemu, baik dengan teman sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Penting memahami cara individu yang berbeda budaya ini berinteraksi secara personal. Setiap individu memiliki pengetahuan dan pegangan akan nilai dan norma. Sebagai mahasiswa asing yang datang untuk menerima ilmu, tentu perlu beradaptasi dengan budaya setempat. Budaya di Indonesia pun beraneka ragam, keanekaragaman budaya ini tentu memiliki cara yang berbeda untuk dipahami oleh mahasiswa asing agar mereka dapat berinteraksi secara baik. Untuk itu, tujuan penulisan, yaitu (1) menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal mahasiswa BIPA (bahasa Indonesia untuk penutur asing) IPB, (2) menganalisis tingkat adaptasi budaya mahasiswa BIPA IPB, dan (3) menganalisis hubungan efektivitas komunikasi interpersonal dan tingkat adaptasi budaya mahasiswa BIPA IPB. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Pendekatan kuantitatif menggunakan survei yang menjaring 32 responden. Data diambil dengan teknik purposive sampling. Data kuantitaif didukung data kualitatif. Data kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (indepth interview). Berdasarkan penelitian ditemukan hasil yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal mahasiswa BIPA IPB efektif dengan nilai koefisien korelasi rank Spearman sebesar 0.610. Tingkat p <0.01 menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara efektivitas komunikasi interpersonal dan tingkat adaptasi budaya. Hal ini terjadi karena mereka memiliki hubungan pertemanan yang erat dan berusaha mengenal budaya Indonesia.
Copyrights © 2024