Persimpangan merupakan bagian jalan yang menjadi pusat pertemuan dari berbagai pergerakan arus lalu lintas. Hal tersebut menyebabkan sering terjadinya konflik antara arus dari jurusan yang berlawanan dan saling memotong. Simpang w. j. lalamentik dan jalan perintis kemerdekaan I merupakan salah satu dari simpang tiga tak bersinyal yang ada di Kota Kupang, simpang ini terletak pada tata guna lahan campuran yang menyebabkan banyaknya volume lalu lintas yang melintasi simpang ini, selain itu pengoperasian simpang ini tidak didukung dengan pengaturan simpang yang baik yang mengakibatkan sering terjadi konflik kendaraan, kemacetan, tundaan dan antrian kendaraan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja simpang sehingga diharapkan dapat memberikan solusi alternatif dari permasalahan yang terjadi. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan menggunakan metode perhitungan simpang tak bersinyal dengan MKJI 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas simpang tiga tak bersinyal di Simpang w. j. lalamentik dan jalan perintis kemerdekaan adalah 2758.2427 smp/jam, nilai derajat kejenuhan (DS) adalah 0.88 > 0,75 nilai yang ditetapkan oleh MKJI, tundaan simpang sebesar 15.14 det/smp dan peluang antrian (QP) 31,40%- 61,98% hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa arus lalu lintas pada simpang ini menimbulkan kepadatan dan kerapatan kendaraan yang menggangu kenyamanan berlalulintas maka dari itu perlu dilakukan perhitungan ulang dengan berbagai alternatif agar nilai DS memenuhi persyaratan Manual Kapasitas Jalan Indonesia yaitu < 0,75.
Copyrights © 2024