Rimpang kunyit (Curcuma longa L.) adalah tumbuhan tropis yang banyak tumbuh di Benua Asia dan sering dimanfaatkan sebagai pewarna, pengharum makanan dan obat tradisional. Bagian yang paling banyak digunakan dari kunyit adalah rimpang. Kandungan rimpang kunyit terdiri senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, kurkumin dan minyak atsiri. Kandungan kunyit digunakan sebagai obat tradisional yang berperan sebagai penambah nafsu makan, obat luka, gatal-gatal, antidiare, antibakteri, bahan kosmetik, dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi pada ekstrak rimpang kunyit dengan menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE) terhadap aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen kadar flavonoid ekstrak rimpang kunyit 2,755% dengan metode maserasi dan 2,913% dengan metode UAE. Sedangkan persen kadar fenolik ekstrak rimpang kunyit 3,142% dengan metode maserasi dan 2,854% dengan metode UAE. Aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit dengan ekstraksi metode maserasi dan UAE berturut-turut sebesar 14,467 μg/mL dan 19,349 μg/mL tergolong kuat karena nilai IC50 nya berada diantara 10 – 50 μg/mL. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ekstraksi dengan metode maserasi menghasilkan kadar fenolik dan flavonoid total yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode UAE pada rimpang kunyit.
Copyrights © 2025