Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem meritokrasi dan kepemimpinan transformasional dalam membangun kepemimpinan anti-korupsi di sektor publik, dengan studi kasus di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 17 orang pegawai. Variabel yang diteliti meliputi meritokrasi, kepemimpinan transformasional, dan kepemimpinan anti-korupsi. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, meritokrasi dan kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepemimpinan anti-korupsi. Namun, secara parsial, hanya kepemimpinan transformasional yang berpengaruh signifikan, sedangkan meritokrasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai transformasional seperti motivasi, pengaruh ideal, dan perhatian individual lebih dominan dalam membentuk kepemimpinan yang antikorupsi dibandingkan hanya mengandalkan sistem seleksi berbasis kualifikasi semata.
Copyrights © 2025