Kasus prolaps rektum pada kucing domestik dirawat di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Universitas Padjadjaran, Indonesia. Kucing tersebut datang dengan riwayat enam hari berupa massa kemerahan yang menonjol dari anus. Pemeriksaan fisik menunjukkan rektum yang prolaps dengan area nekrosis, selaput lendir pucat, dan turgor kulit menurun, yang sesuai dengan dehidrasi. Pemeriksaan feses menunjukkan negatif terhadap parasit gastrointestinal. Kucing tersebut didiagnosis dengan prolaps rektum lengkap dan nekrosis jaringan terkait. Perawatannya terdiri dari reduksi manual rektum yang prolaps dan pemasangan jahitan tali dompet untuk menahan rektum. Kucing tersebut menerima terapi antibiotik spektrum luas (amoksisilin (10 mg/kg) dan metronidazol (25 mg/kg) selama masa pemulihan, bersama dengan Tolfedine (4 mg/kg) untuk terapi NSAID. Jahitan tali dompet dilepas lima hari kemudian, dan tidak ada kekambuhan pada tindak lanjut satu bulan. Kasus ini menggambarkan perlunya diagnosis dini dan intervensi bedah tepat waktu dalam penanganan prolaps rektum dan untuk mencegah perkembangan menjadi nekrosis ireversibel.
Copyrights © 2025