Fadeli Bermani
Veterinary Medicine Study Program, Department Of Biomedical Sciences, Faculty Of Medicine, Padjadjaran University, Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Emergency management of necrotic rectal prolapse in a domestic cat Bermani , Fadeli; Septiyani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.33-34

Abstract

Kasus prolaps rektum pada kucing domestik dirawat di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Universitas Padjadjaran, Indonesia. Kucing tersebut datang dengan riwayat enam hari berupa massa kemerahan yang menonjol dari anus. Pemeriksaan fisik menunjukkan rektum yang prolaps dengan area nekrosis, selaput lendir pucat, dan turgor kulit menurun, yang sesuai dengan dehidrasi. Pemeriksaan feses menunjukkan negatif terhadap parasit gastrointestinal. Kucing tersebut didiagnosis dengan prolaps rektum lengkap dan nekrosis jaringan terkait. Perawatannya terdiri dari reduksi manual rektum yang prolaps dan pemasangan jahitan tali dompet untuk menahan rektum. Kucing tersebut menerima terapi antibiotik spektrum luas (amoksisilin (10 mg/kg) dan metronidazol (25 mg/kg) selama masa pemulihan, bersama dengan Tolfedine (4 mg/kg) untuk terapi NSAID. Jahitan tali dompet dilepas lima hari kemudian, dan tidak ada kekambuhan pada tindak lanjut satu bulan. Kasus ini menggambarkan perlunya diagnosis dini dan intervensi bedah tepat waktu dalam penanganan prolaps rektum dan untuk mencegah perkembangan menjadi nekrosis ireversibel.
Efektivitas penggunaan iopamidol sebagai bahan kontras gastrointestinal pada kucing Siswandi, Riki; Bermani, Fadeli; Prastiwi, Nurul Anjar; Bensa, Matilde Surtini; Rahmiati, Dwi Utari; ., Gunanti; Noviana, Deni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.3.57-58

Abstract

Iopamidol merupakan media kontras yang larut dalam air dan bersifat non-ionik. Tulisan ini melaporkan efektifitas penggunaan iopamidol pada seekor kucing domestik jantan berusia 3 tahun, memiliki bobot badan 6 kg, yang dibawa oleh pemiliknya ke klinik dengan keluhan tidak defekasi selama 5 hari dan memiliki nafsu makan yang baik. Pemeriksaan penunjang dilakukan dengan radiografi kontras gastrointestinal dengan menggunakan iopamidol. Pengambilan x-ray dilakukan pada menit ke-0, 30, 60, 150 dan 240. Motilitas gastrointestinal dievaluasi dengan penilaian semi kuantitatif. Kucing terlihat tidak mengalami gangguan motilitas lambung dan usus halus, namun obstruksi ditemukan pada usus besar. Tidak terlihat adanya efek samping maupun komplikasi dari penggunaan iopamidol baik selama prosedur maupun sampai hari ke 5 setelah prosedur. Iopamidol dinilai dapat dijadikan sebagai bahan kontras gastrointestinal.
THE EFFECTIVENESS OF COMBINATION OF SNAKEHEAD FISH, TEMULAWAK, AND MENIRAN EXTRACTS ON POST OVARIOHYSTERECTOMY WOUND HEALING IN CATS Bermani, Fadeli; Soehartono, Raden Harry; Berlian, Guntur; Siswandi, Riki
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 18, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v18i1.34542

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of combination of snakehead fish, ginger and meniran extract (GTM) on healing wounds after ovariohysterectomy (OH) in cats. Twenty healthy female cats aged 1-4 years, weighed 2-4 kg were divided into three groups with different doses of GTM and compared with the group without treatment (n= 5 cats/group). The GTM dose was extrapolated from the human dose using allometric scaling, with the basal dose for G:T:M were 40:3.2:4.8 mg/kg BW (group 1, GTM1x). Treatment groups 2 (GTM2x) and 3 (GTM4x) were given a dose of GTM that was multiplied by 2 and 4 of the basal doses, respectively. OH was performed via a flank approach with the same operator and anesthesia. Discharge, swelling and erythema scores were significantly lower on days 3, 4 and 5 post-operativeamong all GTM groups compared with control. Pain evaluation using Baseline Tactile Semmes Monofilaments showed significantly lower in GTM2x and GTM4x compared to GTM1x and control. The 4A-vet pain scale showed lower pain in GTM2x from 1 to 5 days postoperative. The number of leukocytes, erythrocytes and platelets was in the normal range indicates the absence of postoperative infection. Postoperative albumin levels showed a significantly higher difference in GTM2x compared to control. The treatment given GTM2x showed the fastest healing interval (3.20.44 days). The combination of GTM can reduce pain, reduce wound scores and accelerate post-OH wound healing with the most effective dose was GTM2x. ________________________________________________________________