Penelitian ini mengkaji integrasi antara neurosains dan konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dalam Pendidikan anak berdasarkan QS. Al-Hujurat 12-13. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tahapan perkembangan struktur otak anak dengan proses tazkiyatun nafs, serta merumuskan model Pendidikan anak yang integratif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan kajian pustaka, menganalisis 25-30 sumber akademik yang berkaitan dengan neurosains dan konsep tazkiyatun nafs. Hasil penelitian menunjukan bahwa masa anak-anak (0-7 tahun) merupakan fase terpenting untuk menciptakan pengendalian emosi dan empati yang baik, tentunya selaras dengan tujuan spiritual tazkiyatun nafs. Integrasi prinsip neurosains dengan nilai-nilai Islam mampu memperkuat pembentukan karakter yang holistik. Model yang diusulkan mencakup 3 pokok utama: penguatan spiritual, stimulasi kognitif, dan keteladanan emosional. Sinergi ini mampu menjembatani perkembangan neuropsikologis dengan etika Islam, dengan menawarkan kerangka Pendidikan anak yang seimbang dalam segala aspek. Sehingga dapat disimpulkan bahwa integrasi ini mampu menjawab tantangan Pendidikan modern sekaligus mewujudkan visi Islam insan kamil.
Copyrights © 2025