Makanan pendamping ASI (MPASI) sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak. Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat dapat mencegah anak mengalami malnutrisi. Ibu harus memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku gizi yang baik untuk menerapkan praktik pemberian makan pada anak. Pendidikan gizi berupa konseling dan penyuluhan adalah upaya yang tepat untuk memperbaiki kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian dilakukan di Dusun 6 Sungai Pinang Kabupaten Banyuasin pada 30 ibu yang memiliki anak usia 6-11 bulan. Pelaksanaan kegiatan selama 2 bulan yaitu November-Desember 2023. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Metode pendidikan gizi yang digunakan adalah konseling dan penyuluhan. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui ketepatan pemberian makan adalah kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Mc Nemar. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan ketepatan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada ibu sebelum dan setelah pemberian intervensi dengan p value 0,000. Pendidikan gizi berupa konseling dan penyuluhan dapat memperbaiki praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) baik dari jenis, porsi dan tekstur makanan.
Copyrights © 2025