Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali atau abnormal pada jaringan payudara. Kemoterapi merupakan penanganan paling efektif untuk kanker payudara, namun salah satu efek samping yang umum terjadi adalah mual dan muntah, yang dapat diatasi dengan terapi suportif antiemetika. Terapi suportif mengacu pada penggunaan obat untuk meredakan efek samping kemoterapi, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi suportif antiemetika pada pasien kanker payudara di RSUD Dr. Adhyatma, MPH, Jawa Tengah. Desain retrospektif digunakan dengan meninjau rekam medis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pasien adalah perempuan, dengan proporsi tertinggi (41,4%) berusia 50-59 tahun. Semua pasien menerima dipenhidramin, omeprazol, dan ondansetron sebagai terapi suportif antiemetika. Dipenhidramin dan omeprazol diberikan sebagai premedikasi, sementara ondansetron diberikan pada saat premedikasi dan pasca-kemoterapi. Obat kemoterapi yang paling sering diresepkan adalah docetaksel, epirubisin, dan fluorourasil, dengan persentase 27,1% (19 resep).
Copyrights © 2024