Sedikit sekolah yang ada di Indonesia masih belum memahami cara untuk mengimplementasikan konsep pendidikan inklusi dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan pendidikan inklusi yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan program pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) pada SDN reguler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berarti bahwa observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah cara pengumpulan data yang digunakan. Hasil penelitian yang dilakukan di SDN Kamal 1 menunjukkan bahwa ada beberapa masalah saat menerapkan program pendidikan untuk ABK. Salah satunya adalah kurangnya jumlah guru pendamping atau Shadow Teacher, yang mengakibatkan pelayanan terhadap ABK masih belum optimal. Masalah lainnya adalah kurangnya pemahaman dari masyarakat dan orang tua tentang pendidikan inklusi, sehingga perlu dilakukan optimalisasi dalam pelaksanaannya. Sekolah tersebut menggunakan kurikulum yang sama dengan anak-anak umumnya dan tidak menerapkan kurikulum khusus untuk ABK. Meski begitu pembelajaran di kelas tidak berbeda dengan pembelajaran di sekolah umum lainnya. Namun, guru kadang-kadang perlu lebih sabar saat menanggapi berbagai persoalan dengan siswa yang memiliki kemampuan atau kebutuhan khusus. Sumber daya manusia yang tersedia di sekolah masih kurang, yang menyebabkan kualitas pendidikan inklusi dan pelayanan kepada ABK belum optimal. Dengan itu harus banyak – banyak persiapan yang harus dilakukan pemerintah dan sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi yang ada di SDN Kamal 1.
Copyrights © 2024