Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran continental melalui penerapan model creative problem solving. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian one group pretest- posttest design. Teknik sample yaitu total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI kuliner 2 SMK Wira Harapan yang berjumlah 41 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan, pada pretest kreativitas diperoleh rerata sebesar 34,85, sedangkan pada posttest memperoreh rerata sebesar 42,00. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan sebesar 7,29. Pada pretest hasil belajar diperoleh rerata sebesar 75% dari tiga ranah hasil belajar. Sedangkan pada postest hasil belajar diperoleh rerata sebesar 83%. dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 8%. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest kemandirian menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemandirian melalui penerapan model creative problem solving. Pada pada hasil belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar melalui penerapan model creative problem solving.
Copyrights © 2025