Latar belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seksual kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi adalah sesuatu hal yang penting untuk dibicarakan dan dikaji, namun masih dianggap tabu. Beberapa hasil penelitian menunjukkan, banyak remaja yang masih belum menjangkau pendidikan kesehatan reproduksi. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bekal yang cukup kepada remaja terkait kesehatan reproduksi, sehingga remaja bisa melakukan pencegahan, dengan harapan bisa meminimalisir penambahan kasus pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan dan aborsi. Metode: Pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah/penyuluhan. Mitra dalam pengabdian ini adalah siswa salah satu MA di wilayah Bantul. Evaluasi capaian tujuan pengabdian dilakukan dengan memberikan pretest dan postest kepada responden. Hasil: Sebanyak 74% peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sementara 26% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Edukasi kesehatan, terutama terkait kesehatan reproduksi, sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan kepada remaja dengan menyajikan berbagai materi untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi.
Copyrights © 2025