Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekonomi objek wisata Pantai Panjang di Kota Bengkulu dengan menggunakan metode Travel Cost Method (TCM). Metode ini digunakan untuk mengukur nilai ekonomi jasa rekreasi yang tidak memiliki harga pasar langsung dengan memperhitungkan biaya perjalanan dan faktor-faktor lain yang memengaruhi keputusan wisatawan. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada 150 pengunjung Pantai Panjang dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh biaya perjalanan, waktu tempuh, pendapatan, dan jarak terhadap frekuensi kunjungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata surplus konsumen per kunjungan adalah sebesar Rp 32.500, dengan estimasi nilai ekonomi total mencapai Rp 11,38 miliar per tahun berdasarkan jumlah kunjungan tahunan. Biaya perjalanan dan waktu tempuh berpengaruh negatif signifikan terhadap frekuensi kunjungan, sedangkan pendapatan berpengaruh positif. Temuan ini menegaskan pentingnya Pantai Panjang sebagai aset ekonomi dan rekreasi bagi masyarakat serta memberikan dasar kebijakan untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Rekomendasi disampaikan agar pemerintah daerah meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas wisata untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari objek wisata ini.
Copyrights © 2025