Pencemaran air di wilayah pesisir akibat limbah kapal nelayan menjadi isu lingkungan yang signifikan di Sungai Kampung Bahari, Pulau Baai, Bengkulu. Limbah cair dan padat yang dibuang langsung ke perairan menurunkan kualitas air, merusak ekosistem laut, dan berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi kerusakan lingkungan akibat pencemaran limbah kapal menggunakan metode Contingent Valuation Method (CVM). Melalui survei terhadap masyarakat pesisir dan nelayan, diperoleh estimasi Willingness to Pay (WTP) sebesar Rp240 juta per tahun untuk perbaikan kualitas air. Estimasi total nilai ekonomi kawasan, termasuk pendapatan nelayan dan jasa ekosistem mangrove, mencapai Rp23,75 miliar per tahun, dengan potensi kerugian akibat pencemaran mencapai Rp2,56 miliar. Hasil ini menegaskan urgensi pengelolaan limbah berbasis partisipasi masyarakat dan perumusan kebijakan lingkungan yang preventif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025