Meskipun mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, aktivitas tambang batubara di Bengkulu menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran tanah dan air, kerusakan ekosistem, dan konflik sosial. Penelitian ini mengkaji dampak tersebut serta risiko ekologis dan sosial akibat praktik tambang yang tidak berkelanjutan, dan merumuskan kebijakan untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari sumber-sumber yang telah tersedia, seperti jurnal ilmiah, tesis, laporan organisasi, artikel berita, dan sumber relevan lainnya, yang dianalisis melalui metode studi literatur. Kondisi Pertambangan batubara di Bengkulu telah memicu krisis ekologis yang ditandai oleh kerusakan sistemik di kawasan lindung dan DAS, termasuk pencemaran air, deforestasi, dan peningkatan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana aktivitas tambang batubara dapat menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran tanah dan air, kerusakan ekosistem, serta konflik masyarakat di wilayah sekitar, khususnya di daerah hutan dan aliran sungai. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi risiko ekologis dan sosial yang muncul akibat praktik pertambangan yang tidak berkelanjutan, serta merumuskan mekanisme kebijakan yang dapat menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Copyrights © 2025