Pencemaran perairan akibat kelebihan nutrien seperti nitrat (NO₃⁻) dan fosfat (PO₄³⁻) menjadi isu lingkungan yang semakin signifikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu. Nutrien ini umumnya berasal dari aktivitas antropogenik, terutama sektor pertanian yang menggunakan pupuk kimia secara berlebihan tanpa kontrol yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kandungan nitrat dan fosfat di sungai-sungai utama wilayah DAS Bengkulu melalui analisis data sekunder dari berbagai studi ilmiah dan laporan pemantauan lingkungan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa beberapa sungai seperti Sungai Lais dan Sungai Hitam, mengalami peningkatan konsentrasi nutrien yang berlebihan, bahkan melampaui ambang batas baku mutu nasional. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya eutrofikasi yang ditandai oleh ledakan populasi fitoplankton, penurunan kadar oksigen terlarut (DO), dan kematian organisme akuatik. Dampak ekologis lainnya adalah terganggunya habitat spesies bioindikator seperti ikan Mungkus (Sicyopterus sp.) yang kini mulai langka di perairan Bengkulu. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan DAS secara terpadu dengan pendekatan ekohidrologi yang menggabungkan aspek hidrologi, ekologi, dan sosial.
Copyrights © 2025