Pasar rakyat memiliki peran penting sebagai barang publik yang mendukung perekonomian lokal serta menciptakan ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini mengkaji pengelolaan Pasar Sehat Soreang di Kabupaten Bandung sebagai bagian dari program revitalisasi pasar rakyat, dengan fokus pada aspek infrastruktur, regulasi, mekanisme pengawasan, dan penerapan teknologi digital seperti QRIS. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, menganalisis tata kelola pasar berdasarkan fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi yang diemban oleh pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Pasar Sehat Soreang berhasil meningkatkan kualitas infrastruktur, menyediakan fasilitas yang representatif, dan mendorong pengelolaan yang lebih inklusif. Penerapan QRIS telah membuka peluang digitalisasi transaksi di pasar tradisional, meskipun menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital dan resistensi dari sebagian pedagang. Pasar ini memenuhi peran sebagai barang publik dengan menyediakan manfaat ekonomi, sosial, dan kultural, serta mendukung inklusi keuangan melalui inovasi teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, pengawasan yang lebih efektif, serta upaya literasi dan edukasi digital untuk mendukung keberlanjutan tata kelola pasar rakyat yang inklusif dan modern. Dengan pendekatan yang terintegrasi, Pasar Sehat Soreang dapat menjadi model pengelolaan pasar tradisional yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Copyrights © 2025