Pendidikan adalah salah satu komponen penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dan merupakan komponen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Namun, kesenjangan minat pendidikan antara kota dan pedesaan masih menjadi masalah besar di Indonesia. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan formal dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk ekonomi, akses ke fasilitas pendidikan, dan harapan sosial. Sarana dan prasarana pendidikan, tenaga pengajar berkualitas tinggi, dan dukungan teknologi yang memadai seringkali menjadi masalah di daerah pedesaan. Untuk mengatasi perbedaan ini, berbagai kebijakan telah dibuat, seperti program bantuan pendidikan, pembagian tenaga pengajar, dan digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan akses ke daerah terpencil. Namun, untuk memastikan pendidikan yang merata, kebijakan tersebut harus dievaluasi lebih lanjut. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tertinggal, pendekatan yang berbasis teknologi adaptif juga dapat menjadi pendekatan yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa variabel yang mempengaruhi disparitas pendidikan dan meninjau kebijakan yang telah diterapkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan analisis konkret tentang cara meningkatkan inklusi dan keberlanjutan pendidikan di Indonesia dengan menggunakan metode analisis kebijakan dan data empiris.
Copyrights © 2025