Imunisasi merupakan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan relatif lebih murah dibandingkan mengobati seseorang apabila jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Hepatitis B adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Hepatitis-B (VHB). Virus Hepatitis ini sering ditemukan di daerah yang mempunyai iklim tropis, karena pada daerah tersebut virus yang menyebabkan hepatitis dapat berkembang dengan subur. Hepatitis B adalah merupakan penyakit yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis A. Hepatitis B (HBV) merupakan salah satu penyakit infeksi virus yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global. Berdasarkan Hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), studi dan uji darah donor di Palang Merah Indonesia (PMI) maka diperkirakan di antara 100 orang penduduk Indonesia, 10 di antaranya telah terinfeksi Hepatitis B atau C. Sehingga saat ini diperkirakan terdapat 28 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi hapatitis B dan C, 14 juta di antaranya berpotensi untuk menjadi kronis dan dari yang kronis 1,4 juta orang berpotensi untuk menderita Kanker hati .Menurut Data Sekunder Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 menunjukkan bahwa cakupan imunisasi Hepatitis B 0 pada Bayi di Sulawesi Selatan yaitu 96,15%. Sedangkan di kabupaten Bone cakupan imunisasi hepatitis B 0 hanya 8.03% dengan angka kelahiran lahir hidup 13.105 bayi. Menurut Data Sekunder Tahun 2020 yang diperoleh di Dinas Kesehatan Kabupaten Bone menunjukkan Bahwa cakupan imunisasi Hepatitis B (0-7 Hari pada bayi) masih sangat rendah. Hal itu ditunjukkan bahwa dari 38 Puskesmas yang ada di kabupaten Bone, persentase tertinggi hanya 31,5% yaitu di puskesmas Tanete Riattang Barat kecamatan Watampone, Virus Hepatitis B telah menginfeksi sejumlah 2 milyar orang di dunia, sekitar 240 juta orang di anta-ranya menjadi pengidap Hepatitis B kronik.
Copyrights © 2025