Teknologi Geographic Information System (GIS) memiliki kemampuan untuk secara geografis mengumpulkan, mengelola, memanipulasi dan memvisualkan data spasial yang terkait dengan posisi permukaan bumi pada peta sesuai dengan posisi sebenarnya dari permukaan bumi. Dengan memvisualkan data jaringan listrik eksisting yang kemudian ditampilkan bersama data batas wilayah Desa yang didapat dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kalimantan Barat maka dapat dipetakan target lokasi Desa yang belum berlistrik dan rencana pembangunan jaringan listrik menuju Desa belum berlistrik. Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN UP3 Pontianak pada akhir tahun 2022 sebesar 92,27%, dengan total jumlah 375 Desa dimana yang sudah berlistrik PLN sebanyak 344 Desa sementara 31 Desa belum berlistrik PLN. Perencanaan pemetaan Desa dengan cara survey on site membutuhkan waktu sekitar 7 bulan namun dengan metode pemanfaatan GIS dapat mempercepat penggambaran menjadi 10 hari kerja. Hasil dari pemetaan Desa tersebut dibutuhkan 561 kMS penambahan Jaringan Tegangan menengah, 158 Gardu Distribusi dan 117 kMS Jaringan Tegangan Rendah. Sampai bulan Oktober 2023, dari hasil pemetaan tersebut sudah direalisasikan pembangunan jaringan Listrik sebanyak 5 Desa sehingga Rasio Desa Berlistrik PLN UP3 Pontianak meningkat menjadi 93,07% dan 26 Desa lainnya diproses hingga tahun 2025.
Copyrights © 2025