Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif dan perilaku pelaku dalam kasus pembunuhan Eno Farihah melalui pendekatan kriminologis. Kasus ini menjadi sorotan publik karena tingkat kekerasannya yang ekstrem dan pelaku yang masih berusia remaja. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui analisis dokumentasi, laporan media, serta telaah teori-teori kriminologi, khususnya teori diferensiasi asosiasi dari Edwin Sutherland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pelaku didorong oleh dua motif utama, yaitu dorongan seksual menyimpang dan balas dendam akibat penolakan emosional. Selain faktor individu, lingkungan sosial yang permisif terhadap kekerasan turut memperkuat kecenderungan kriminal pelaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejahatan tidak semata-mata berasal dari dalam diri individu, tetapi juga dipengaruhi oleh interaksi sosial yang membentuk cara berpikir dan nilai-nilai pelaku. Diperlukan upaya pencegahan melalui penguatan kontrol sosial, pendidikan karakter, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pembinaan moral sejak dini.
Copyrights © 2025