Kota Yogyakarta dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya dengan salah satu daya tarik wisatawan yaitu Kawasan Malioboro. Salah satu moda yang sering digunakan oleh wisatawan adalah bus pariwisata dengan 3 (tiga) titik lokasi parkir khusus bus pariwisata yaitu TKP Senopati, Abu Bakar Ali, dan Ngabean. Dalam rangka mengusung perwujudan program Sustainable Development Goals, maka peneliti melakukan penelitian dengan menyimulasikan beberapa konsep green tourism yang berfokus pada sisi transportasi berupa pemindahan area parkir bus pariwisata dari Kawasan Malioboro ke Terminal Giwangan dan perencanaan mobilitas wisatawan dari dan ke Terminal Giwangan - Kawasan Malioboro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kinerja lalu lintas saat ini di Kawasan Malioboro, merencanakan moda transportasi berbasis listrik di Kawasan Malioboro, mengintegrasikan mobilitas wisatawan dari area parkir dengan pilihan moda tradisional sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal, serta mengidentifikasi perubahan kinerja lalu lintas dengan adanya rencana penerapan konsep green tourism di Kawasan Malioboro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis usulan konsep green tourism di bidang transportasi antara lain terkait kinerja ruas jalan dan persimpangan wilayah kajian saat ini, perencanaan kebutuhan dan jenis moda transportasi berbasis listrik, perencanaan integrasi area parkir dengan moda tradisional, dan perubahan kinerja lalu lintas terhadap konsep usulan di Kawasan Malioboro. Hasil analisis terhadap simulasi penerapan konsep green tourism di Kawasan Malioboro menunjukkan adanya rata-rata penurunan volume kendaraan pada ruas jalan di area kajian sebesar 28%, pada persimpangan sebanyak 15%, serta rata-rata penurunan emisi Karbon Monoksida (CO) kendaraan sebesar 25%.
Copyrights © 2025