Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesantunan berbahasa dalam interaksi sehari-hari siswa di SD Negeri 1 Lamokato dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam, serta analisis frekuensi penggunaan tuturan santun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara aktif menerapkan berbagai jenis tuturan santun dalam komunikasi sehari-hari mereka. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa “sapaan†merupakan bentuk tuturan yang paling sering digunakan, mencapai 32,3% dari total penggunaan tuturan santun. Selain itu, “permohonan†mencapai 24,7%, ungkapan “terima kasih†sebesar 29%, dan “permintaan maaf†sebesar 14%. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya kesantunan berbahasa dalam konteks sosial mereka. Faktor-faktor seperti usia siswa dan hubungan sosial juga mempengaruhi cara mereka berkomunikasi satu sama lain. Siswa yang lebih tua cenderung lebih sopan dalam berbicara dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang lebih muda. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai dinamika kesantunan berbahasa di kalangan anak-anak sekolah dasar serta implikasinya terhadap pembentukan karakter anak-anak sejak dini. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pendidik untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan etika berbicara di lingkungan pendidikan dasar
Copyrights © 2021