Keterbatasan dana untuk subsidi pupuk kepada petani memaksa pemerintah untuk membatasi jenis komoditi yang diberikan subsidi. Desa Sidodadi yang ditetapkan sebagai wilayah pengembangan hortikultura menerima akibat pengurangan subsidi. Program pengembangan sentra hortikultura melibatkan 16 poktan yang tergabung dalam Gapoktan Tani Destha Tani. Petani diberikan bantuan bibit durian, kelengkeng, pisang dan sayuran namum tidak diberikan bantuan pupuk secara lengkap. Petani diminta untuk menyediakan pupuk secara mandiri. Kondisi ini memberatkan petani karena harga pupuk non subsidi sangat mahal. Ketika bantuan tidak diberikan lagi, banyak tanaman yang mati atau terganggu pertumbuhannya.Kegiatan ini memperkenalkan pendeketan LEISA dalam budidaya tanaman hortikultura. Petani diberikan ketrampilan untuk membuat pupuk dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa/limbah yang ada disekitarnya. Petani memberikan respon yang positif terhadap inovasi teknologi yang diperkenalkan. Sebagaian besar petani telah mempraktekkan teknologi pembuatan pupuk dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Namun demikian banyak potensi lokal yang belum dimanfaatkan diantaranya membangun keterkaitan antara kegiatan pertanian sehingga dapat membentuk sirkular economy yang menguntungkan bagi masyarakat.Kata Kunci : LEISA, pupuk organik, air cucian beras, arang sekam, kompos
Copyrights © 2025