Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab kematian neonatal terbanyak di Indonesia pada tahun 2022 dengan proporsi 28,2%. Salah satu upaya pencegahan yaitu dengan melakukan upaya deteksi dini. Tujuan review untuk mengidentifikasi keragaman dan keefektifan metode deteksi dini BBLR, yang dapat membantu penyedia layanan kesehatan, termasuk bidan, dalam membuat keputusan klinis yang tepat untuk mencegah komplikasi seperti kematian neonatal dan infeksi. Scoping review menggunakan framework Prisma Sc-R. Pencarian dari beberapa database seperti PubMed, Sience Direct, Wiley Online Library, EBSCO dan Google Scholar dilakukan pada tahun 2018-2023, free full text, dengan kata pencarian ((((Method*) OR (Techniques)) AND ("Early Detection")) OR (Predict*)) AND ("Low Birth Weight") dan artikel yang dipilih dilakukan Critical Appraisal menggunakan ceklist Joanna Briggs Institute dan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Didapatkan 7 artikel yang telah diseleksi dari 1114 artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel berasal dari 4 negara berbeda. 7 artikel yang relevan menggunakan desain penelitian cross-sectional, cohort dan mix methods study. Terdapat dua tema yaitu metode deteksi dini BBLR periode pra-konsepsi dan periode antenatal. Metode deteksi dini BBLR periode pra-konsepsi menggunakan risk score berdasarkan karakteristik ibu sedangkan metode deteksi dini BBLR periode antenatal dapat menggunakan berat badan kehamilan trimester III, nomogram untuk BBLR dan antenatal risk scoring scale. Metode deteksi dini BBLR ini dapat membantu dalam mengidentifikasi wanita hamil yang memiliki resiko lebih tinggi dalam melahirkan bayi BBLR sehingga dapat diberikan intervensi yang tepat.
Copyrights © 2025