Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran bahasa Bugis dalam Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dapat meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa sekolah yang menerapkan pembelajaran bahasa Bugis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Bugis masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan bahan ajar, rendahnya motivasi siswa, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Namun, strategi inovatif, seperti integrasi teknologi dalam pembelajaran dan penerapan model pembelajaran berbasis proyek, terbukti dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran. Selain itu, keterlibatan komunitas dan dukungan sosial dari lingkungan sekitar juga memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat serta penerapan kebijakan yang lebih mendukung pembelajaran bahasa Bugis agar tetap lestari dan relevan di era globalisasi.
Copyrights © 2025