Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) pada mata pelajaran sejarah indonesia di kelas XII IPA 4 SMA Negeri 8 Palembang. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Taggart yang merupakan model penelitian tindakan kelas dengan alur penelitian yaitu perencanaan, tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas XII IPA 4 SMA Negeri 8 Palembang yang terdiri dari 36 peserta didik. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan teknik tes menggunakan soal objektif. Hasil observasi keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pra siklus (sebelum tindakan) menunjukkan persentase angka 44%, pada siklus I persentase jumlah peserta didik yang berpikir kritis berada pada angka 66% yang menunjukkan terjadi peningkatan, akan tetapi belum memenuhi target ketuntasan yaitu 80%, pada siklus II persentase berpikir kritis peserta didik meningkat dengan angka 83%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di kelas XII IPA 4 SMA Negeri 8 Palembang.
Copyrights © 2024