Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesiapan menikah pada perempuan dewasa awal serta membandingkan tingkat kesiapan menikah antara perempuan dari keluarga utuh dan tidak utuh. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 30 mahasiswi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021, masing-masing 15 dari keluarga utuh dan 15 dari keluarga tidak utuh. Teknik analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kesiapan menikah, dengan skor rata-rata mahasiswi dari keluarga utuh sebesar 135,53, sedangkan dari keluarga tidak utuh sebesar 123,20. Nilai signifikansi uji T sebesar 0,029 (<0,05), sehingga hipotesis diterima. Artinya, latar belakang keutuhan keluarga berpengaruh terhadap kesiapan menikah individu. Penelitian ini menekankan pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling pranikah, khususnya bagi individu dari keluarga tidak utuh.
Copyrights © 2025