Latar Belakang : Karang Taruna sebagai organisasi yang berperan dalam pembinaan pemuda mempunyai tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan semangat pemuda untuk melakukan kegiatan yang positif dan konstruktif. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan antusiasme dan partisipasi dalam mengikuti kegiatan karang taruna. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode deskriptif, dan metode survey. Data dianalisis melalui teknik wawancara dan observasi secara langsung ke lapangan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi anggota Karang Taruna di Dusun Tempuran disebabkan oleh kurangnya pemahaman akan fungsi organisasi serta minimnya kegiatan rutin. Sebagai langkah solusi, dilakukan sosialisasi non-fisik dalam bentuk rapat yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Sosialisasi ini berhasil menggugah kesadaran pemuda untuk kembali aktif dalam organisasi dan turut serta merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan dan potensi lokal. Kesimpulan : Karang Taruna berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia desa dengan landasan kesadaran sosial dan tanggung jawab lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif dan sosialisasi, pemuda Dusun Tempuran mulai aktif kembali, menunjukkan bahwa komunikasi terbuka efektif mendorong perubahan positif organisasi pemuda.
Copyrights © 2024