Latar Belakang : Hambatan komunikasi pada balita merupakan isu kompleks yang melibatkan aspek biologis, linguistik, psikologis, dan lingkungan. Sekitar 8–12% anak usia dini mengalami keterlambatan bahasa, baik secara ekspresif maupun reseptif. Faktor-faktor seperti gangguan pendengaran, autisme, dan minimnya stimulasi verbal dari orang tua turut memperburuk kondisi ini. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi terapi wicara dan pendekatan psikologis dalam konseling Islami sebagai strategi multidisipliner dalam menangani hambatan komunikasi pada balita secara lebih holistik dan efektif. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis tinjauan pustaka (literature review) dengan jenis penelitian ini adalah kajian pustaka (library research). Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terapi wicara berbasis psikologis muncul sebagai solusi inovatif dengan mengintegrasikan teknik konseling untuk memperkuat kemampuan komunikasi anak secara holistik. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan bahasa sekaligus aspek afeksi dan relasional. Kesimpulan : Penelitian ini menekankan urgensi kolaborasi multidisipliner antara terapis wicara dan psikolog dalam intervensi yang responsif terhadap kebutuhan emosional anak.
Copyrights © 2024