Latar Belakang : Masjid Agung Demak merupakan simbol strategis dakwah Walisongo yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal melalui simbolisasi arsitektur. Masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, dan sosial masyarakat Jawa pada masa Islamisasi Nusantara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji peran simbol-simbol arsitektural tersebut dalam memengaruhi persepsi dan penerimaan ajaran Islam oleh masyarakat Jawa, serta mengisi kekosongan kajian tentang hubungan arsitektur dan dakwah kultural dalam konteks Islamisasi. Metode : Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada simbolisasi arsitektur Masjid Agung Demak sebagai strategi dakwah Walisongo. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan pemerintahan yang strategis dalam proses Islamisasi di Nusantara. Arsitektur masjid ini, seperti atap tumpang sari, saka guru, dan ornamen budaya lokal, merepresentasikan strategi akulturasi Walisongo dalam menyampaikan ajaran Islam secara damai. Kesimpulan : Masjid Agung Demak menjadi bukti nyata bahwa strategi dakwah Walisongo efektif dalam menyebarkan Islam melalui pendekatan kultural dan simbolik, yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal, membentuk identitas keislaman yang unik di Nusantara.
Copyrights © 2024