Latar Belakang : Tantangan pengelolaan belanja lembaga pendidikan Islam global dalam menghadapi era digital, khususnya terkait efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan fiskal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk struktur belanja Muhammadiyah Australia College (MAC) tahun 2022–2023, serta kesesuaiannya dengan prinsip tata kelola keuangan Islami dan tantangan ketergantungan terhadap subsidi publik. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, berfokus pada analisis laporan tahunan Muhammadiyah Australia College (MAC) tahun 2022–2023. Teknik dokumentasi dan content analysis digunakan untuk mengkaji pola belanja, prinsip tata kelola, serta tantangan keberlanjutan fiskal lembaga pendidikan Islam di luar negeri. Hasil dan Pembahasan : Penelitian ini menemukan bahwa Muhammadiyah Australia College (MAC) mengalami peningkatan pendapatan dari AUD 1.054.160 pada 2022 menjadi AUD 2.111.619 pada 2023. Namun, pengeluaran yang lebih tinggi dari pendapatan menyebabkan defisit operasional berturut-turut, yakni AUD 143.016 dan AUD 235.700. Ketergantungan yang tinggi terhadap subsidi pemerintah menjadi tantangan keberlanjutan finansial MAC. Dibutuhkan strategi diversifikasi pendanaan, efisiensi anggaran, dan pendekatan berbasis nilai Islam agar institusi dapat bertahan dan berkembang secara mandiri di lingkungan pendidikan global. Kesimpulan : Muhammadiyah Australia College (MAC) mengalami peningkatan pendapatan namun tetap defisit karena pengeluaran tinggi dan ketergantungan pada subsidi. Diperlukan diversifikasi pendanaan dan penerapan prinsip keuangan Islam agar keberlanjutan finansial tercapai.
Copyrights © 2024