Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Bunda Maria dalam upaya untuk menjadi konsep Gereja. Metode yang dipakai penulis adalah studi kepustakaan Mariologi dengan menggunakan metode sistematis-reflektif. Ada tiga tahapan sistematis di dalam metode penulisan ini. Tahap pertama, penulis mengkaji Maria sebagai arketipe Gereja dari Otto Semmelroth. Pada tahap kedua, penulis menggali karakteristik hubungan antara Maria dengan Gereja. Tahap ketiga tinjauan terhadap pemikiran Gereja sebagai “ibu” Calvin untuk menemukan makna baru dari konsep ini agar menjadi konsep “ibu Gereja” yang terbuka, sadar akan konteks, menjadi Gereja partisipatif dalam memberdayakan masyarakat yang mengalami kemiskinan dan penderitaan. Penulis mencoba mengubah paradigma Gereja sebagai “ibu” dari Calvin ini dari eksklusif menjadi inklusif, terbuka dan sadar akan konteks. Usaha tersebut hanya dapat terjadi jika konsep Gereja sebagai “ibu” itu sendiri berdasarkan arketipe Bunda Maria, di mana dapat melihat nilai interiornya di dalam Alkitab dan tradisi Gereja, sehingga Bunda Maria menjadi contoh moral bagi Gereja Tuhan di muka bumi ini.
Copyrights © 2025