Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara berpikir, berinteraksi, dan membentuk identitas remaja Katolik, sekaligus menghadirkan tantangan dan peluang dalam pembinaan iman. Penelitian ini mengkaji strategi pembinaan iman remaja di era digital dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan psikologi remaja, budaya digital, dan pelayanan pastoral. Hasil kajian menekankan pentingnya integrasi media sosial, teknologi imersif (seperti AR/VR), serta literasi digital spiritual. Kebaruan dalam studi ini terletak pada sintesis tematik yang menekankan kolaborasi antara keluarga dan sekolah, serta kehadiran pendamping iman di ruang digital. Sebab para remaja di era digital ini butuh pendampingan yang intensif agar mereka tidak terjerumus dalam pengaruh negatif yang membuat mereka lemah dalam iman. Artikel ini juga menyajikan strategi, peluang, dan tantangan secara terstruktur. Penelitian menyimpulkan bahwa pembinaan iman di era digital harus bersifat kreatif, kontekstual, dan kolaboratif agar mampu menumbuhkan remaja Katolik yang tangguh dalam iman.
Copyrights © 2025