Fenomena perilaku anonim di media sosial menjadi topik yang semakin relevan di era digital ini, di mana kebebasan berekspresi seringkali berbenturan dengan norma sosial dan etika. Meskipun memberikan ruang bagi individu untuk menyuarakan pendapat dan pengalaman tanpa rasa takut akan stigma sosial, perilaku anonim juga berisiko menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran ujaran kebencian, fitnah, dan cyberbullying. Dalam perspektif Islam, setiap ucapan, baik yang diungkapkan secara lisan maupun tulisan, tetap memiliki tanggung jawab moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku anonim di media sosial, serta memberikan solusi islami dalam menangani dampak negatif yang mungkin timbul. Dengan pendekatan interdisipliner antara linguistik, komunikasi digital, dan nilai-nilai Islam, penelitian ini menunjukkan pentingnya menjaga adab dan tanggung jawab dalam berbahasa, baik di dunia maya maupun nyata.
Copyrights © 2025