Jurnal ini menganalisis tafsir ayat-ayat Al-Qur'an tentang amanah dan kaitannya dengan partisipasi perempuan dalam politik digital. Latar belakangnya adalah pesatnya perkembangan digital yang membuka arena politik baru, namun juga menghadirkan tantangan khusus bagi representasi dan keamanan perempuan. Kami menggunakan analisis tafsir tematik (maudhu'i) terhadap ayat-ayat amanah untuk mengaitkannya dengan konteks partisipasi politik perempuan di dunia maya. Hasilnya, amanah dalam Al-Qur'an tidak sekadar soal kepemimpinan formal, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial setiap individu, termasuk perempuan, untuk berkontribusi pada kebaikan umum. Partisipasi perempuan di ranah politik digital dapat dipandang sebagai wujud penunaian amanah ini, memberi mereka kesempatan untuk bersuara, mengadvokasi, dan mengawasi pemerintahan. Meski begitu, partisipasi ini juga berisiko tinggi terhadap disinformasi, pelecehan siber, dan pembatasan gerak. Karena itu, literasi digital, etika berpolitik di media sosial, dan perlindungan hukum bagi perempuan di ruang digital sangat krusial demi partisipasi yang inklusif dan bertanggung jawab. Jurnal ini merekomendasikan reinterpretasi konsep amanah agar lebih relevan dengan peran perempuan di era digital, serta pengembangan strategi untuk menciptakan lingkungan politik digital yang aman dan memberdayakan.
Copyrights © 2025