Anak dengan gangguan phonological processing biasanya mengalami penurunan keterampilan sosial dan prestasi akademis. Masalah membaca adalah salah satu masalah berisiko tinggi yang muncul, dan anak-anak sering kali memerlukan bantuan ekstra di sekolah. Anak-anak sering kali merasa frustrasi dan menjadi sasaran perundungan oleh teman-teman sekelasnya. Anak-anak merasakan hal ini sebagai perasaan yang lebih nyaman di rumah atau bersama orang-orang terdekat mereka, dan lebih pendiam serta tertutup di tempat umum. Penelitian ini bertujuan untuk fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya phonological processing pada usia perkembangan. Desain dalam penelitian ini menggunakan cross-sectional yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memicu phonological processing pada anak. Variabel independen adalah jenis kelamin, kognitif dan status sosial ekonomi. Variabel dependen adalah phonological processing (Rapid Automatic Naming). Variabel antara adalah momory, auditory processing dan problem solving. Sampel yang digunakan sebanyak 100 subjek dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan phonological processing anak usia pra sekolah yang baik dipengaruhi secara langsung oleh adanya kemampuan kognitif yang baik (b=4.09 unit; CI 95%= 1.3 hingga 6,8; p = 0.004), jenis kelamin anak perempuan(b=3.9 unit; CI 95%= 0.6 hingga 7.0; p = 0.012), dan status sosial ekonomi anak menengah ke atas (b=3.7unit; CI 95%= 0.5 hingga 6.9; p = 0.023) Phonological processes pada anak usia pra sekolah yang sesuai dipengaruhi secara tidak langsung oleh memory yang baik, auditory processing yang baik dan problem solving yang baik.
Copyrights © 2025