Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan pastoral dalam mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di tengah tantangan ekologis akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pemimpin pastoral dan petani di Sumompo Kapleng, Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin pastoral memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk kesadaran ekologis jemaat melalui integrasi ajaran iman, etika lingkungan, dan praktik langsung. Konsep eko-pastoral, yang menggabungkan nilai-nilai teologi pastoral dan prinsip ekologi, menjadi pendekatan efektif dalam membangun spiritualitas yang peduli terhadap kelestarian ciptaan. Dalam konteks ini, pemimpin pastoral bertindak sebagai fasilitator perubahan, memotivasi petani untuk beralih ke praktik pertanian berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik dan teknik konservasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan, pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan pastoral dalam menjawab isu-isu lingkungan secara kontekstual dan transformatif. Dengan demikian, pendekatan eko-pastoral dapat menjadi model strategis dalam upaya konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat berbasis spiritualitas.
Copyrights © 2025