Tetragonula laeviceps merupakan salah satu jenis lebah tanpa sengat yang sering dibudidayakan di Indonesia. Organisme T. laeviceps dapat menghasilkan madu, propolis, beebread, dan produk lainnya, di samping dapat berperan sebagai polinator bagi berbagai tumbuhan, termasuk bagi tanaman perkebunan. Pengenalan akan ciri fenotipe T. laeviceps sangat dibutuhkan masyarakat guna mengoptimalkan peran T. laeviceps di masyarakat. Penggunaan kecerdasan artifisial yang semakin meningkat menjadi tantangan tersendiri. Stable diffusion, merupakan salah satu kecerdasan artifisial yang dapat memberikan gambaran dari perintah teks yang diberikan kepadanya. Penelitian ini menguji stable diffusion dalam memberikan visualisasi atas karakter fenotipe dan lubang sarang T. laeviceps. Asesmen atas hasil visualisasi stable diffusion menunjukkan bahwa ada ketidaktepatan hasil visualisasi stable diffusion apabila dibandingkan dengan referensi ilmiah. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan performa pengembang stable diffusion, dan kebijaksanaan dalam penggunaan hasil visualisasi stable diffusion, khususnya untuk kepentingan karakterisasi ilmiah.
Copyrights © 2025