Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata rias wajah, tata rias rambut, busana, dan aksesoris yang digunakan dalam Tari Rejang Pande Suci Wedana di Desa Tihingan, Kabupaten Klungkung, Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Tihingan, dengan informan utama Kepala Desa Tihingan, Kelian Adat Desa Tihingan, dan Bapak Mangku Made Bargawa. Variabel penelitian ini mencakup tata rias wajah, tata rias rambut, busana, dan aksesoris dalam Tari Rejang Pande Suci Wedana. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif untuk merangkum informasi dan memberikan gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tata rias wajah Tari Rejang Pande Suci Wedana mengadopsi gaya Klungkung dengan pewarnaan natural pada kelopak mata, alis, pipi, dan bibir untuk memperindah ekspresi penari; (2) Tata rias rambut menggunakan sanggul pusung tagel, ati sasak, bunga sari konta, bunga jepun merah, perkapat, dan krun, yang mengandung simbolisme kedewasaan, kesucian, dan kedekatan dengan Dewi Saraswati; (3) Busana yang dikenakan terdiri dari Lamak, Angkin, Kamen, dan Tapih, yang memiliki simbol spiritual memperkuat kesakralan tarian; (4) Aksesoris dalam tari Rejang Pande Suci Wedana tidak mengenakan aksesoris seperti subeng, kalung, atau gelang. Penelitian ini memberikan wawasan lebih dalam tentang estetika dan simbolisme dalam tata rias Tari Rejang Pande Suci Wedana sebagai bagian integral dari tradisi Bali yang kaya akan nilai-nilai spiritual. Kata Kunci: Tata Rias, Tari Rejang Pande Suci Wedana, Estetika, Simbolisme, Bali
Copyrights © 2025