Manajemen tata kelola satuan pendidikan nonformal, khususnya Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di wilayah kepulauan, menghadapi berbagai tantangan dalam peningkatan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan manajemen tata kelola SKB kepulauan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus pada beberapa SKB di wilayah kepulauan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan manajemen berbasis keterlibatan komunitas, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan merupakan faktor utama dalam meningkatkan efektivitas tata kelola SKB. Studi ini merekomendasikan kebijakan yang mendukung aksesibilitas pendidikan, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta optimalisasi sumber daya untuk memastikan keberlanjutan program pendidikan nonformal di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2024