Di balik tersematnya gelar negara agraris yang selalu digadang-gadangkan, terdapat jutaan masyarakat tani Indonesia yang terjebak dalam kompleksitas permasalahan yang mengancam penghidupan mereka, mulai dari alih fungsi lahan, kenaikan harga sarana produksi pertanian, degradasi kualitas tanah, harga jual tidak bersaing, hingga tantangan perubahan iklim. Dengan fokus mendalami proses perjalanan Program PKT BISA (Pertanian Kompos Terpadu Untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera) yang diinisiasi dan diimplementasikan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur dalam merespon isu krusial praktik pertanian tidak berkelanjutan, yang berdampak pada produktivitas lahan dan lingkungan di Dusun Babadan - Kabupaten Magetan, studi dengan pendekatan kualitatif ini menyoroti proses inovasi sosial Program PKT BISA berdasarkan enam tahapan: prompts, proposals, prototype, sustaining, scaling, dan systemic change. Hasil yang ditemukan dalam studi ini menunjukkan bahwa Program PKT BISA telah melalui tahapan inovasi sosial secara gradual dan inklusif dalam memberdayakan masyarakat Babadan dengan fokus pada pengembangan sistem pertanian terpadu melalui model ekonomi sirkular yang efektif dalam menciptakan perubahan sistemik sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan secara multidimensi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2025