Bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan, peran pembina menjadi faktor utama dalam pengembangan kecerdasan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembina Panti Asuhan Al Kabiiru Kota Makassar dalam meningkatkan kecerdasan spiritual remaja melalui berbagai metode pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami strategi pembinaan yang diterapkan serta dampaknya terhadap perkembangan spiritual remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina panti menerapkan empat metode utama dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, yaitu melalui pendidikan agama tambahan, pembiasaan pola hidup Islami, pembentukan akhlak mulia, serta pemberian kasih sayang. Meskipun program pembinaan berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, faktor alamiah, serta tantangan dalam perilaku remaja. Namun, dengan pendekatan yang sabar, strategi yang tepat, dan lingkungan yang mendukung, pembina panti tetap berupaya membimbing anak asuh menuju perkembangan spiritual yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran pembina panti dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi serta nilai-nilai moral yang kuat.
Copyrights © 2025