Penelitian ini membahas dinamika gender dalam pernikahan, dengan fokus pada reduksimaskulinitas yang dialami istri dan peningkatan ketidakberdayaan suami akibat perubahan sosial yang mendorong kesetaraan gender. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana pergeseran peran ini menciptakan ketegangan dalam relasi pernikahan tradisional, di mana suami, yang biasanya dianggap sebagai kepala keluarga, kini harus menghadapi kenyataan bahwa istri memiliki peran signifikan di luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan dengan kecenderungan maskulin menavigasi peran mereka dan menyeimbangkan penghormatan kepada suami dengan identitas diri yang mandiri. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan pasangan suami istri yang mengalami perubahan peran dalam hubungan mereka. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis tematik, yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola interaksi dan strategi yang digunakan pasangan dalam menghadapi dinamika peran gender yang berubah. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengorganisir dan merangkum data wawancara secara mendalam, sehingga dapat menggambarkan pengalaman secara komprehensif.
Copyrights © 2025