Salah satu penyakit berbasis lingkungan adalah diare yang dapat disebabkan oleh buruknya sanitasi dan higienitas, perilaku hidup bersih dan sehat seperti kebiasaan cuci tangan, penggunaan air bersih dan penggunaan jamban sehat memengaruhi terjadinya diare. Kejadian diare di kota Subulussalam merupakan urutan tertinggi ke-5 di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh higienitas dan sanitasi masyarakat terhadap kejadian diare di Puskesmas Simpang Kiri Subulussalam tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional study. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau dengan uji alternative fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan 64% dari 100 responden penggunaan air tidak bersih, 55% penggunaan jamban tidak sehat, 65% memiliki kebiasaan mencuci tangan tidak baik dan 69% masyarakat mengalami diare. Hasil uji statistik antara penggunaan air bersih dengan kejadian diare didapatkan hasil p- value 0,047 (p<0,05), hasil uji statistik antara penggunaan jamban sehat dengan kejadian diare didapatkan hasil p-value 0,013 (p<0,005) dan hasil uji statistik antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare didapatkan hasil p-value 0,032 (p<0,05). Sehingga terdapat hubungan antara penggunaan air bersih, jamban sehat dan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare.
Copyrights © 2025