Mual dan muntah pascaoperasi, yang dikenal sebagai Post Operative Nausea Vomiting (PONV), merupakan komplikasi umum yang sering dikeluhkan pasien setelah menjalani pembedahan dengan anestesi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis insidensi PONV pada pasien yang menerima anestesi umum di Rumah Sakit Prof. Chairuddin P. Lubis USU, Medan. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian PONV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,6% pasien mengalami PONV sebanyak 4–6 kali, 34,4% sebanyak 1–3 kali, dan 25,0% lebih dari 7 kali. Durasi operasi sebagian besar berkisar antara 60–90 menit, dengan anestesi umum intubasi endotrakeal (GA ETT) yang digunakan pada mayoritas kasus. Penggunaan GA ETT pada pembedahan berdurasi panjang berhubungan dengan risiko PONV yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi pencegahan PONV yang lebih efektif. Anestesi umum dengan GA ETT pada operasi berdurasi panjang berkorelasi dengan risiko PONV yang lebih tinggi, diduga akibat akumulasi efek anestesi dan stimulasi refleks vagal. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan PONV yang terarah.
Copyrights © 2025