Ester Lantika Ronauli Silaen
Departemen Anestesiologi Dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tata Laksana Mekanikal Ventilator pada Pasien Acute Respiratory Distress syndrome (ARDS) dengan Pendekatan Driving Pressure Ester Lantika Ronauli Silaen; Nurita Dian Kestriani
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 37 No 3 (2019): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.583 KB)

Abstract

Manajemen ventilasi mekanik sindrom distres pernapasan akut (ARDS) antara lain penggunaan volum tidal rendah, positive end expiratory pressure PEEP tinggi, dan menjaga tekanan Pplat ≤30 cmH2O, dengan target untuk mencegah terjadi ventilator menginduksi cedera paru (VILI). Parameter driving pressure (DP) diperhitungkan pada saat ini sehubungan dengan batas aman dan sintasan pada pasien dengan komplians rendah seperti pada ARDS. Laporan kasus ini melaporkan seorang pria, usia 26 tahun, dengan luka tusuk pada dada yang dilakukan debridement dengan median sternotomi. Setelah satu hari dirawat di bangsal, pasien readmisi ke ICU dengan keluhan sesak napas, penurunan kesadaran, penurunan saturasi oksigen menjadi 65%, dan gambaran foto thoraks ditemukan opasitas bilateral. Pasien dilakukan penilaian dan penanganan dilanjutkan dengan manajemen ARDS, dan dipasang ventilator. Pengaturan ventilator dengan modus pressure control, menggunakan PEEP tinggi dan penyesuaian volum tidal berdasarkan nilai DP yang memberikan respon baik dengan meningkatnya oksigenasi pasien. Pasien kemudian berhasil diekstubasi setelah 8 hari dirawat di ICU. Penurunan komplians pada ARDS terjadi dengan hilangnya area paru yang bias ter-aerasi membuat penurunan luas paru yang fungsional. DP berhubungan dengan tekanan stress dalam paru dan merepresentasikan strain siklik yang menjadi sasaran parenkim paru selamat tiap siklus ventilasi. Penyesuaian parameter ventilasi mekanik dengan target driving pressure memberikan luaran yang baik pada kasus ini.
Adaptasi Lintas Budaya Kuesioner STOP-Bang Versi Indonesia Putri Anggilina Manullang; Muhammad Arfiza Putra Saragih; Adlin Adnan; Ester Lantika Ronauli Silaen
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 11 No. 2 - Agustus 2023
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23886/ejki.11.335.126

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan obstruksi saluran napas atas saat tidur yang mengakibatkan penurunan saturasi oksigen. Di Indonesia, data prevalensi OSA masih sangat minim. Dari beberapa alat penapisan OSA, hanya BQ dan ESS yang memiliki versi Bahasa Indonesia, sementara STOP-Bang belum terdapat versi Bahasa Indonesia. Melakukan penapisan terhadap tanda dan gejala sangat penting dalam proses perencanaan dan evaluasi. Suatu alat ukur harus memenuhi unsur psikometrik dan mampu menyesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya setempat. Untuk menghasilkan alat ukur kuesioner STOP-Bang versi Indonesia dengan metode adaptasi lintas budaya yang reliabel dan tervalidasi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Setelah kuesioner STOP-Bang diadaptasikan ke Indonesia, kuesioner diberikan kepada 500 orang masyarakat Indonesia, kemudian setelah 14 hari akan dilakukan pengisian ulang terhadap 20 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2023 di Kota Medan dan Binjai. Pengambilan sampel memakai metode purposive sampling. Dari 500 responden penelitian dan validitas diolah menggunakan Spearman correlation didapatkan (p<0.001 dan r=0.422±0.118) berarti ada korelasi bermakna dan cukup valid. Analisis reliabilitas menggunakan Cronbach’s-alpha (r=0,694) dan nilai Interclass Correlation Coefficient menggunakan Spearman correlation coefficient (r=0,886). Adaptasi lintas budaya kuesioner STOP-Bang versi Indonesia memiliki nilai validitas dan reliabilitas yang baik.
Pengaruh Pemberian Ketamin Dosis Rendah terhadap Penambahan Uterotonika pada Pasien Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal Isnaini, Febrina; Ronauli Silaen, Ester Lantika; Solihat, Yutu
Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia Vol 7 No 3 (2024): November
Publisher : Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47507/obstetri.v7i3.191

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya angka kejadian seksio sesarea dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan atonia uteri uterus menjadi penyebab tersering dari perdarahan post partum. Ketamin memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan oksitosin, sehingga ketamin dosis rendah digunakan sebagai agen uterotonik tambahan.Tujuan: Mengetahui perbandingan pemberian ketamin dosis rendah terhadap penambahan uterotonika pada pasien seksio sesarea dengan anestesi spinal.Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan uji klinis acak terkontrol secara random tersamar ganda. Dua puluh empat sampel penelitian yang menjalani seksio sesarea dengan teknik anestesi spinal dibagi secara acak menjadi dua kelompok dengan proporsi sama sebanyak 12 sampel. Pemberian oksitosin + ketamin 0,2 mg/KgBB pada kelompok K, dan pemberian oksitosin + 2 ml NaCl 0,9 % pada kelompok C. Data dianalisis menggunakan uji statistik independent t-test dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan α=0,05.Hasil: Pada kelompok K, kadar hemoglobin memiliki nilai mean ± SD 11,9±0,46; nilai hemoglobin (T1) memiliki nilai mean±SD 10,7±0,54. Pada kelompok C, nilai hemoglobin menunjukkan nilai mean±SD 12,1±0,56. Nilai hemoglobin (T1) menunjukkan nilai mean±SD 10,6±0,50. Pemberian uterotonika tambahan lebih banyak pada kelompok C tapi tidak bermakna secara statistik.Simpulan: Pemberian uterotonika tambahan lebih banyak diberikan pada kelompok C tapi tidak bermakna secara statistik (p>0,05).
PERBANDINGAN NEBULISASI LIDOKAIN 2% DAN SPRAY LIDOKAIN 10% DALAM MENCEGAH REFLEKS BATUK PADA PASIEN BRONKOSKOPI DENGAN SEDASI DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN Pohan, Alfindy Maulana; Tanjung, Qadri Fauzi; Silaen, Ester Lantika Ronauli; Yunanda, Yuki
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v12n3.4010

Abstract

Keluhan batuk sering muncul pada pasien yang menjalani bronkoskopi akibat adanya trauma mekanik pada dinding saluran napas. Lidokain digunakan pada bronkoskopi untuk menekan refleks batuk. Penelitian ini bertujuan menilai efek lidokain yang diberikan secara nebulisasi dan spray terhadap refleks batuk pada pasien bronkoskopi. Desain penelitian randomized control trial dilaksanakan di RSUP Haji Adam Malik bulan Agustus sampai dengan September 2023 pada pasien bronkoskopi dengan sedasi. Sampel yang diperoleh 36 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok yang mendapat spray Lidokain 10% dan kelompok yang mendapatkan nebulisasi lidokain 2%. Variabel yang diteliti adalah derajat batuk. Analisis statistik yang digunakan adalah mann whitney. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat perbedaan derajat batuk yang bermakna pada pada menit ke-15, menit ke-30 dan postperlakuan (p<0,05). Pada kelompok nebulisasi Lidokain 2% derajat batuk lebih rendah dibanding dengan pada kelompok spray Lidokain 10%. Simpulan: Pemberian nebulisasi lidokain 2% lebih efektif menekan derajat batuk dibanding dengan spray lidokain 10% pada tindakan bronkoskopi dengan sedasi.
ANALISA KEJADIAN MUAL MUNTAH PASCAOPERASI DENGAN ANESTESI UMUM DI RS PROF CHAIRUDDIN P. LUBIS USU: ANALYZE POSTOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING WITH GENERAL ANESTHESIA AT RS PROF. CHAIRUDDIN P. LUBIS Silaen, Ester Lantika Ronauli; Chandrasagaran, Kausalya; Husada, M. Surya; Ginting, Andi Raga
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.888

Abstract

Mual dan muntah pascaoperasi, yang dikenal sebagai Post Operative Nausea Vomiting (PONV), merupakan komplikasi umum yang sering dikeluhkan pasien setelah menjalani pembedahan dengan anestesi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis insidensi PONV pada pasien yang menerima anestesi umum di Rumah Sakit Prof. Chairuddin P. Lubis USU, Medan. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian PONV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,6% pasien mengalami PONV sebanyak 4–6 kali, 34,4% sebanyak 1–3 kali, dan 25,0% lebih dari 7 kali. Durasi operasi sebagian besar berkisar antara 60–90 menit, dengan anestesi umum intubasi endotrakeal (GA ETT) yang digunakan pada mayoritas kasus. Penggunaan GA ETT pada pembedahan berdurasi panjang berhubungan dengan risiko PONV yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi pencegahan PONV yang lebih efektif. Anestesi umum dengan GA ETT pada operasi berdurasi panjang berkorelasi dengan risiko PONV yang lebih tinggi, diduga akibat akumulasi efek anestesi dan stimulasi refleks vagal. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan PONV yang terarah.