Penyaluran bibit kelapa sawit oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan dilaksanakan melalui tiga pola: gratis, subsidi, dan komersial. Namun dalam proses pelaksanaannya terdapat sejumlah permasalahan, seperti realisasi penyaluran yang belum mencapai target, penyaluran yang efektif hanya melalui pola subsidi, serta rendahnya daya beli masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelaksanaan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat program penyaluran bibit kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teori kinerja organisasi dari Sinambela diterapkan dengan menggunakan indikator kinerja yang meliputi produktivitas, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyaluran bibit kelapa sawit belum optimal berdasarkan indikator-indikator tersebut. Terdapat beberapa faktor penghambat antara lain pengelolaan sumber daya manusia, kondisi bibit yang tidak sesuai dengan spesifikasi, dan verifikasi lahan yang dilakukan oleh masyarakat.
Copyrights © 2025