Penelitian ini membahas kekeliruan berbahasa pada penderita Afasia Broca pascastroke dari perspektif psikolinguistik. Afasia Broca merupakan gangguan produksi bahasa yang sering terjadi akibat kerusakan otak di area Broca, terutama pada penderita stroke. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi terhadap seorang informan laki-laki berusia 62 tahun yang tinggal di panti asuhan. Penelitian ini mengidentifikasi kata-kata yang sulit diucapkan oleh informan, strategi komunikasi yang digunakan, dan mekanisme produksi bahasa yang terganggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mengalami kesulitan dalam pengucapan kata, sering membuat kekeliruan fonologis, dan menggunakan strategi berkomunikasi seperti gesture dan parafasia untuk menyampaikan maksudnya. Kekeliruan berbahasa terutama terjadi pada kata-kata yang kompleks secara fonologis, seperti "soto" yang menjadi "toyo". Informan juga memanfaatkan strategi bahasa tubuh untuk mendukung komunikasi ketika gagasan sulit diutarakan secara verbal. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami mekanisme gangguan berbahasa pada penderita Afasia Broca dan relevansi praktis dalam pengembangan metode terapi bahasa
Copyrights © 2025